Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Kamis, 07 April 2011

KRISIS NUKLIR JEPANG : PesAwat Tanpa Awak Untuk Mengukur Tingkat Radiasi

T Hawk - defense-update.com
Pemerintah Jepang bermaksud mengguna pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat untuk memeriksa tingkat radiasi disekitar kolam-kolam penampung bahan bakar nuklir yang telah terpakai di PLTN Fukushima Daiichi, ungkap sumber-sumber pemerintah hari Rabu kemarin.

Pemanfaat T-Hawk yang dikendalikan dari jarak jauh ini memilki kemampuan terbang  hovering dan bergerak secara vertikal, diusulkan oleh pemerintah Amerika Serikat yang memanfaatkannya untuk tujuan intelijen dalam berbagai operasi militer di Irak dan negara-negara lain, ungkap sumber-sumber tersebut.

Kolam-kolam penampung sampah batang-batang bahan bakar nuklir tersebut kini terbuka dan operator PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power Co, telah mencurahkan air dalam jumlah yang luar biasa banyaknya untuk mendinginkanya.


Karena air tersebut pasti akan terkontaminasi dengan material-material radioaktif yang dapat mengalir keluar dari kolam-kolam tersebut, maka mesin-mesin pendingin air daur ulang harus diaktifkan kembali secepatnya. Tetapi para pekerja tidak dapat mendekati mesin-mesin pendingin tersebut sebab area sekitarnya diyakini memiliki level-level radiasi yang sangat tinggi.

Kekhawatiran lainnya jika mendekati area tersebut adalah substansi-substansi radioaktif dapat terlepas dan terbang dari batang-batang bahan bakar nuklir apabila level ketinggian air turun sehingga tak tergenangi.


Dengan dukungan Amerika Serikat T-Hawk terutama akan digunakan pertama untuk memeriksa tingkat-tingkat radioaktif pada reaktor no.4, ungkap sumber-sumber tadi.

Goshi Hosono, penasehat khsusu Krisis Fukushima untuk Perdana Menteri Naoto Kan, menyatakan setidaknya ada lebih dari 10.000 batang bahan bakar nuklir yang telah terpakai, memerlukan waktu yang cukup lama untuk memroses semuanya.

-english.kyodonews.jp | Martin Simamora

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget