Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Kamis, 04 Maret 2010

KTP Elektronik "European Union ID" Tak Lama Lagi Siap Digunakan


Berbeda dengan negara pada umumnya yang berkonsep "Nation-State" yang masih mengapresiasi secara tegas batas negara dan kewarganegaraan berdasarkan kebangsaan dalam perspektif klasik, maka ada perbedaan dengan negara-negara anggota Uni Eropa yang dalam proses integrasinya telah menyentuh semua lini. Peleburan menuju sebuah organisasi "supra State" terlihat dari E-KTP EU yang memiliki kemampuan interoperabilitas di semua negara anggota EU.

STORK atau secure idenTity acrOss boRders linKed adalah backbone E-KTP EU yang membuatnya mampu berkomunikasi dengan berbagai sistem yang ragam di semua negara anggota EU atau memiliki kemampuan interoperability. STORK sendiri merupakan proyek yang sangat kompleks dan luas berdurasi 3 tahun (diluncurkan tahun 2008).

STORK pada dasarnya adalah sebuah proyek pengembangan kerangka dan standar bersama ( common framework and specifications) yang akan digunakan sebagai sebuah solusi bagi semua wilayah EU, dan sedang bersiap melakukan uji coba penuh melalui 5 pilot project yang akan dimulai pertengahan 2010 dan berlangsung selama 12 bulan,dan segera terlaksana setelah tercapainya e-ID common specifications
.

STORK akan mengalami uji coba dalam model "real time" dan "real people" atau penduduk yang yang memiliki E-KTP dan melakukan transaksi elektronik yang memang dibutuhkan. Kemudahan penggunaan yang optimal menjadi titik kritikal untuk sukses atau tidaknya framework ini. Selama uji coba para ahli yang terlibat melakukan penyempurnaan dan perbaikan pada semua elemen yang membutuhkan perbaikan. Selain faktor kemudahan penggunaan yang memang penting dalam desain, maka faktor skalabilitas atau kemampuan kerja STORK untuk memenuhi lonjakan trafik atau perluasan proyek pun jadi hal yang strategis
.


STORK diharapkan menciptakan network umum bagi E-KTP di seluruh Eropa yang berkaitan dengan kepentingan bisnis, masyarakat dan pegawai pemerintah, dan memungkinkan E-KTP digunakan di negara anggota EU manapun, yang akan memudahkan administrasi lintas perbatasan dengan mudah
.

Lima proyek percontohan selama 12 bulan untuk mendemonstrasikan seluruh kemampuan Stork, termasuk pengembangan berbagai mekanisme lintas perbatasan untuk menciptakan pengiriman dokumen secara online dengan aman, termasuk fasilitas "chat" yang lebih aman.


Alberto Crespo, Koordinator Stork Pilot disitat Computing.co.uk (2/3) menyatakan tujuan utama pilot project untuk mengadakan sebuah tahapan tes dengan melakukan implementasi-implementasi percontohan spesifik yang melibatkan masyarakat pengguna sesungguhnya (end users).



Seluruh negara anggota EU dalam pilot project ini dapat menilai apakah Stork telah memenuhi berbagai fungsi atau target yang ditetapkan, dan memutuskan apakah akan terus terlibat didalamnya.Lima pilot project Stork antara lain;

1.Platform otentifikasi lintas perbatasan untuk berbagai layanan elektronik
2."chat" yang lebih aman
3.Mobilitas atau kemudahan pergerakan mahasiswa
4.Perubahan alamat.


Lima pilot project Stork akan mewakili sebuah tonggak yang sama sekali baru dalam melakukan kolaborasi di antara negara-negara anggota EU di sektor interoperabilitas E-KTP (eID), dengan mendemonstrasikannya pada keuntungan yang dapat diperoleh dalam konteks kehidupan yang nyata dari penerapan layanan-layanan e-Government yang lintas batas negara.



Stork merupakan bagian dari i2010 e-Government Action Plan yang memiliki tujuan untuk menghadirkan berbagai sistem elektronik bagi masyarakat umum dan bisnis Eropa untuk mengakses berbagai pelayanan publik di seluruh negara Eropa di penghujung tahun 2010. Stork akan bekerja baik di level; lokal, regional atau nasional semua negara anggota EU dan memenuhi seluruh regulasi perlindungan data.

(Computing.co.uk |V3.co.uk |Martin Simamora)




Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget