Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Kamis, 04 Februari 2010

Malaysia Luncurkan GTFS, Langkah Awal Penguasaan Green Technology


Perdana Menteri menyatakan:"Ini bukanlah sebuah opsi tetapi fakta bahwa semua negara harus menghadapinya". Hanya negara yang menguasi aplikasi Green Technology dan energi berkesinambungan akan jadi pemenang di abad 21, jelasnya saat peluncuran Green Technology Financing Scheme (GTFS), di Putrajaya pada Selasa (26/1) lalu yang turut disaksikan oleh Minister of Energy, Green Technology and Water, Datuk Seri Peter Chin Fah Kui.

Negeri Jiran, Malaysia nampaknya tak ingin menjadi ekor bagi sebuah era baru dimana pembangunan dan teknologi harus berspesifikasi hijau atau berpihak pada penyelamatan lingkungan. Jelas negara-negara maju seperti Jerman adalah yang tersiap baik teknologi, hukum,politik dan keuangan dan menyikapi tren revolusi teknologi yang pasti mewujud, Malaysia boleh jadi salah satu negara anggota ASEAN yang sangat siap menghadapi perubahan ini dengan meluncurkan GTFS.


Datuk Seri Najib Tun Rajak bahkan berujar bahwa Malaysia berkomitmen mengadopsi energi terbarui dan Green Technology serta menjadi sebuah negara yang memimpin penggunaannya di abad 21, jelas sang Perdana Menteri. Malaysia menyadari bahwa abad 21 adalah abad penggunaan energi terbarui dan energi berkesinambungan serta juga Green Technology yang kelak akan menjadi jantung pertumbuhan ekonomi bagi semua negeri.

Perdana Menteri menyatakan:"Ini bukanlah sebuah opsi tetapi fakta bahwa semua negara harus menghadapinya". Hanya negara yang menguasi aplikasi Green Technology dan energi berkesinambungan akan jadi pemenang di abad 21, jelasnya saat peluncuran Green Technology Financing Scheme (GTFS), di Putrajaya pada Selasa (26/1) lalu yang turut disaksikan oleh Minister of Energy, Green Technology and Water, Datuk Seri Peter Chin Fah Kui.

Pada kesempatan tersebut, Najib menyaksikan penandatanganan MoU antara Menteri Keuangan dan Credit Guarantee Corporation. PM pun mengingatkan bahwa pemerintah menyadari bahwa bergantung penuh kepada energi fosil sangat tak menguntungkan kelak. Saat KTT Perubahan Iklikm Kopenhagen lalu, saya bergabung dengan para pemimpin dunia, akademisi dan para pemimpin NGO untuk mempertimbangkan secara serius pokok soal ini.

Walau hasilnya agak mengecewakan, tetapi setidaknya ada komitmen semua negara yang menyadari dan meyakini bahwa kita sebagai negara harus bekerjasama menjadikan komitmen ini berkekuatan legal-"legally binding commitment" segera setelah KKT Kopenhagen berlangsung,ujar Najib.

Ancaman yang dihadapi jelas nyata dan diskusi-diskusi penyelamatan lingkungan harus berlanjut di seluruh dunia, efek perubahan iklim sudah di depan mata, tegas Najib."Mulai dari pencairan es di kutub yang mengakibatkan ancaman bahaya bagi banyak spesies mahluk hidup akibat bencana alam yang tak terduga, semuanya ini ada di sekitar kita. Kita kelak akan melihat lebih banyak penderitaan, lebih mematikan sebagai sebuah akibat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Melalui skema ini, pemerintah Malaysia menginvestasikan RM1,5 miliar ke dalam GTFS untuk mendorong dunia bisnis berinvestasi di Green Technology, Green Construction dan Green Innovation.

Pemerintah Malaysia akan memainkan perannya, menanggung 2% dari bunga pinjaman dan menyediakan penjaminan sebesar 60% dari pembiayaannya. Sementara sisanya sebesar 40% akan ditutupi oleh perbankan, dan hingga kini 186 perusahaan telah bergabung ke dalam skema pinjaman lunak ini sejak dibuka pada 1 Januari 2010.


"Saya sangat yakin bahwa GTFS dalam jangka panjang akan menjadi kekuatan Malaysia untuk jangka panjang dan berbagai keuntungan pun akan dinikmati oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi di sektor Green Technology," ujar Najib.


Alasan ke-2 bagi Malaysia untuk secepatnya menguasai Green Technology untuk menciptakan lapangan kerja baru, membangun peluang industri dan perekonomina di masa depan yang jelas akan sangat jauh berbeda dengan situasi saat ini, tegas PM. "Sebagai sebuah pemerintahan, kita memberikan penekanan pada sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi seperti : Keuangan syariah, bio teknologi dan teknologi tinggi, proses manufaktur berteknologi tinggi dan Green Technology. Sehingga kita melakukannya bukan karena tren industri mendatang, tetapi juga karena kita tahu bahwa Malaysia dapat berkompetisi dan menguasainya.


GTFS sejatinya sebuah skema keuangan yang diperkenalkan pemerintah dalam anggaran 2010 untuk mempromosikan dan mendukung pembangunan Green Technology di Malaysia, dan sebelumnya Najib yang pernah memimpin pertemuan pertama National Green Technology Council, juga mengumumkan bahwa Cyberjaya dan Putrajaya adalah kota pionir penerap Green Technology Malaysia.

(Sumber : Bernama| Foto :www.kl-photos.com)
-----------------------------------------------------------------------------------




Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget