Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Jumat, 04 Juni 2010

Rekam Jejak Kemajuan E-Government Korea (bagian 2)


Pada perode ketiga (2008-2012), pemerintah mulai membangun target berikutnya, yaitu mengintegrasikan semua sistem e-Government agar pelayanan publik yang sederhana terwujud. Dimulai pada tahun 2008, pemerintah menjalankan implementasi berbagai proyek yang berfokus pada koneksi dan integrasi yang mendukung penciptaan nilai. Untuk mengintegrasikan layanan publik berorientasi masyarakat dan bisnis, sehingga e-Government terintegrasi.


Implementasi e-Government di Korea telah memasuki tahapan tertinggi yang disebut sebagai "Stage V" yang ditandai dengan keberadaan network, dari sebelumnya di Stage IV yang ditandai dengan kemampuan transaksional berdasarkan Web Measure Idex yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemberdayaan e-Government membuat Korea mampu melakukan berbagai perbaikan yang luar biasa di sejumlah sektor. Melalui Electronic Procurement Service (www.g2b.go.kr) 
semua prosedur procurement ditangani secara online melalui sistem satu jendela (Single Window), sehingga memperbaiki efisiensi dan transparansi dalam pengadaan publik. 

Penggunaan Electronic Procurement Service di semua tahapannya seperti; bidding, pemberian kontrak, penandatanganan kontrak, pengantaran dan pembayaran, dilakukan melalui sistem online, dan dapat dipantau secara real time. Semua perusahaan yang telah teregistrasi dapat berpartisipasi dalam proses tender yang diselenggarakan oleh semua organisasi pemerintah melalui sistem registrasi tunggal pada sistem G2B.

Electronic Customs Clearance Service (portal.customs.go.kr) memperluas penggunaan informasi oleh semua entitas atau lembaga terkait untuk memperbaiki dan menyederhanakan proses dan bisnis logistik ekspor/impor serta pengimplementasian sebuah layanan pemrosesan batch atau pencatatan logistik yang mudah digunakan . Laporan-laporan ekspor/impor ke kantor bea cukai dan aplikasi-aplikasi untuk inspeksi dan karantina bagai organisasi-organisasi yang berwenang terintegrasi sehingga dapat memberikan sebuah layanan yang one-stop-service.

Comprehensive Tax Service (www.hometax.go.kr) memampukan semua pembayar pajak untuk mengurus semua kepentingan pajaknya di rumah melalui sistem online atau di tempat kerja tanpa perlu mendatangi kantor-kantor pajak atau bank. Semua aktivitas pajak termasuk penyimpanan dokumen, tagihan dan pembayaran diproses secara online dan informasi pajak dapat dilacak kapan pun oleh pembayar pajak.

Masyarakat Korea menikmati kemudahan mengurus administrasi melalui Internet Civil Service (www.egov.go.kr), dengan sistem ini masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi pemerintah kapan saja, dimana saja melalui internet. Masyarakat dapat menikmati 5.300 layanan administrasi melalui website ini lengkap dengan informasi yang sangat terinci. Website ini menyajikan 720 layanan sipil secara online tanpa perlu melakukan kunjungan ke kantor dan menerima hasilnya melalui layanan pos surat. Masyarakat bahkan dapat membuat sendiri 28 dokumen sipil melalui sistem ini.

Patent Service (www.kiporo.go.kr) memungkinkan masyarakat Korea mengajukan atau mendaftarkan paten melalui aplikasi-aplikasi yang tersaji dan dapat memantau kemajuannya secara online. Semua prosedur aplikasi pembuatan paten, peninjauan dan penilaian termasuk pengajuan keberatan terhadap pendokumenan, dan evaluasi tehnikal dapat diakses oleh publik untuk menggunakan layanan-layanan administrasi paten. Sehingga setiap orang dapat mengecek dan mengelola berbagai informasi dengan efisien. Patent Service juga menyediakan layanan-layanan seperti penerbitan sertifikat paten, verifikasi, termasuk pembayaran komisi.

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget