Berbalik 180 derajat! Dari relasi yang kritis berkait tuntutan UAE agar dapat mengakses komunikasi BlackBerry yang terenkripsi dan sulit untuk diintip, kini menjadi sangat mesra. Situasi ini jelas sangat ideal bagi RIM dan bisa jadi akan menjadi pola pendekatan baru dan efektif untuk "menjinakan" negara-negara yang gencar menuntut keterbukaan sistem telekomunikasi yang dikembangkan oleh RIM.
Kesepakatan antara Research In Motion (RIM) dengan badan regulator telekomunikasi UAE Telecommunications Regulatory Authority (TRA) dan para penyelenggara jasa telekomunikasi akan memampukan UAE menjalankan e-Government dengan teknologi yang advanced. Mohammad Bin Ahmad Al Qamzi, TRA Chairman menyatakan :" Smartphone Blackberry merupakan perangkat telekomunikasi yang unggul di kawasan Timur Tengah dan semakin banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki teknologi messaging yang kuat dan kapabilitas multimedia.
Hal-hal inilah yang mendasari TRA meyakini bahwa inisiatif ini akan membantu mendorong, mempromosikan dan mengembangkan interaksi publik dan keterlibatan antara pemerintah dan masyarakat melalui platform BlackBerry. Melalui perusahaan telekomunikasi etisalat dan du inovasi mobile akan dilakukan di seluruh negeri.
Bagi Etisalat, sebagaimana dilansir dari gulfnews.com (18/10) kerjasama ini akan menguatkan layan mobile banking dan aplikasi-aplikasi komersial yang ditawarkan perusahaan ini kepada para pelanggannya, ungkap Mohammad Omran, Chairman Etisalat. Sementara Othman Sultan, CEO du menuturkan :" Dunia yang semakin terdigital dan terkoneksi, smartphone memainkan peran yang kritikal untuk menghadirkan pengalaman yang lebih kaya kepada konsumen dan perusahaan-perusahaan.
(Martin Simamora)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Corruption Perceptions Index 2018
Why China is building islands in the South China Sea
INDONESIA NEW CAPITAL CITY
World Economic Forum : Smart Grids Explained
Berita Terbaru
- Integritas Data Consulting, Accounting Service
- Race for COVID-19 Vaccine: China signed up for COVAX
- Ketua Tim Riset: Usai Suntik Vaksin Corona, Butuh 2 Tahun Untuk Kembali Normal
- Ilmuwan Bicara Vaksin Corona
- Satgas: Pandemi Tak Kenal Libur
- Rekor! DKI Jakarta Terbanyak Kasus Corona, Mengapa Bisa Terjadi?
- Soal PSBB Total, Ini Penjelasan Anies Terkait Hasil Rapat Pemerintah Pusat & Pemprov DKI Jakarta
- India has world's second-highest number of COVID-19 cases
- Government prepares COVID-19 aftermath relief
- Karena Corona, 59 Negara Larang Masuk Warga Indonesia
Get Widget
Tidak ada komentar:
Posting Komentar