Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Kamis, 13 Oktober 2011

Alat E-KTP Ngadat

Kepala Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Propinsi Kalbar, Sopiandi menyatakan empat kabupaten dan kota di wilayahnya siap dalam melaksanakan KTP elektronik. Tetapi terkendala banyaknya peralatan yang macet, sehingga harus dikembalikan lagi. ”Tahun ini empat daerah dulu. Seluruhnya sudah siap dan alat sudah datang. Tetapi setelah dicek, ada peralatan yang macet. Ada yang lampunya putus dan lain-lain sehingga dikembalikan lagi untuk diperbaiki,” ujar Sopiandi di Kebun Percontohan PKK, Rasau Jaya, Rabu (12/10).

Empat daerah yang memberikan pelayanan KTP elektronik saat ini yaitu, Kota Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, dan Landak. Menurut Sopiandi, seluruh peralatan pelayanan KTP elektronik dari pemerintah pusat. Pemerintah propinsi maupun kabupaten dan kota hanya menyiapkan tempat pelayanan dan petugas.
Selain itu, mereka juga mendatangi masyarakat yang tidak bisa datang untuk membuat KTP elektronik. ”Untuk listrik tidak ada masalah, kami menyiapkan genset 5000 watt di setiap kecamatan. Selain itu, ada alat yang bisa dibawa. Jadi bagi masyarakat yang jauh dan tidak bisa datang, bisa didatangi,” katanya.

Sopiandi mengimbau agar masyarakat segera mendatangi tempat pelayanan KTP elektronik untuk melakukan perekaman dalam 100 hari ini. Mereka yang melakukan perekaman dalam 100 hari akan mendapatkan KTP elektronik yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri. ”Jika lewat 100 hari, tetap bisa melakukan perekaman.

Tetapi dinas yang mengeluarkan KTP-nya,” katanya. Ia menambahkan pada tahun depan, seluruh kabupaten sudah melayani pembuatan KTP elektronik. ”Pembuatan KTP ini gratis,” timpal Sopiandi. Asisten I Pemprov Kalbar, Sumarno juga mengimbau kesediaan masyarakat untuk segera mengurus KTP elektronik.

”Agar identitasnya jelas dan bagus,” katanya. Tetapi tidak semua warga mengetahui pelayanan KTP elektronik ini. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Rasau Jaya. ”Memangnya di Kubu Raya juga sudah KTP elektronik ya? Saya belum tahu. Warga di sini juga belum tahu. Mungkin desa lain, Rasau Jaya belum,” ujarnya.

jpnn.com

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget