Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Rabu, 25 Agustus 2010

Kotamadya Al Ahsa Aktifkan Aplikasi E-Government Pembayaran Elektronik Sadad

setbymac.blogspot.com : Al-Ahsa
Pemerintah Kotamadya Al-Ahsa telah meluncurkan layanan e-payment melalui link sistem pembayaran e-Government yang disebut "Sadad", yang memampukan semua warga dan penduduk membayar berbagai biaya administrasi kotamadya di semua bank lokal.

Langkah yang diambil kotamadya Al-Ahsa menjadi salah satu proyek pada serangkaian proyek yang akan meningkatkan level layanan-layanan Al-Ahsa dan peralihan bertahap menuju e-transactions melalui aplikasi konsep e-Government.

Sekretaris Ahsa Al Fahad bin Mohammed Al-Jubeir, dikutip dari saudi.gov.sa

(18/8/2010) menyatakan bahwa layanan Sadad mampu menghadirkan lebih dari 10 ribuan kanal elektronik yang dapat digunakan masyarakat untuk membayar layanan-layanan online dengan cara yang sangat mudah, seperti dengan telephone banking, internet dan ATM, sebagaimana diindikasikan oleh Jubeir betapa pentingnya membayar kewajiban kepada Kementerian Keuangan sebagai lembaga moneter Saudi Arabia. Sadad bukan hanya sistem e-payment terkemuka di dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional, ungkap Jubeir.


sketch.com.sa : SADAD Payment System
Jubeir menekankan pentingnya melanjutkan berbagai upaya untuk mendatangkan berbagai kemudahan dan menghadirkan layanan-layanan kotamadya yang lebih baik selaras dengan visi kepemimpinan dalam mempercepat e-Government dan aspirasi semua warga masyarakat.

(Martin Simamora)


World e-Governments Organization Perkokoh Implementasi e-Government Kota-Kota Se-Dunia

Seoul akan menjadi kota penyelenggara perdana General Assembly of the World e-Governments Organization, pada  tanggal 6-8 September 2010, dengan arahan dari United Nations Project Office on Governance (UNPOG). Delegasi-delegasi yang akan menghadirinya adalah; para walikota, CIO dan ahli-ahli IT dari 50 kota dan pemerintah daerah termasuk Barcelona, Chengdu, Frankfurt, Mumbai, Nairobi, San Francisco, Sao Paulo, Tel Aviv, dan Vladivostok.

General Assembly mengusung tema "e-Sharing for All", yang akan mendiskusikan berbagai upaya untuk mewujudkan pertumbuhan hijau dengan menggunakan teknologi-teknologi IT, efisiensi administrasi dan transparansi yang lebih unggul, dan mencapai kemakmuran bersama dengan mengatasi masalah kesenjangan digital yang terjadi diantara kota-kota dunia.

Pada sesi pembukaan,dikutip dari ecplaza.net Darrel M. West, Vice President

blogs.reuters.com
Governance Studies dan  Direktur  Center for Technology Innovation pada  Brookings Institution di Washington,D.C akan menjadi pembicara utama dengan tema "e-Sharing for All" dan akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan yang akan mendiskusikan peraturan-peraturan organisasi, pemilihan dewan pimpinan, proyek-proyek kolaborasi internasional, dan pengembangan dimasa depan.

Selain itu juga akan diselenggarakan eksibisi produk-produk dan layanan-layanan berbasis  ICT, serta berbagai workshop GIS, kota-kota, creative common license, United Nation e-Cities Network yang didisain untuk  berbagi  pengatahuan dan praktek-praktek e-Governance terkini.

Worl e-Government Organization mengupayakan pembangunan kota berkelanjutan yang berbasiskan pada e-Government dengan memperkokoh kolaborasi  kota-kota pelaksana e-Government, dan secara resmi akan diresmikan  pada September 2010 setlah persiapan yang dilakukan selama bertahun-tahun bersama dengan World e-Government Mayors Forum 2008 dan World Cities CIO Forum 2009.

World e-Government Organization telah mengembangkan "e-Sharing for All Initiative" untuk mengkoordinasi proyek-proyek bersama antara  kota-kota dengan penerapan terbaik dan kota-kota yang memerlukan  benchmark pada implementasi e-Government.


(Martin Simamora)

Selasa, 24 Agustus 2010

BlackBerry, Spionase, dan Penguasaan Informasi

Saya tertarik dengan perdebatan mengenai isu pemblokiran BlackBerry. Yang menarik bagi saya bukan soal pemblokiran itu sendiri, tetapi sudah mulai sadarnya beberapa pihak tentang pentingnya pengamanan informasi negara.

Belakangan ini, secara tidak sadar, banyak pejabat kita yang menggunakan BlackBerry tanpa tahu konsekuensi keamanannya bagi kepentingan negara. Padahal negara maju seperti Singapura, yang sangat melek teknologi informasi, telah lama melarang pegawai publik untuk menggunakan handset buatan Research In Motion (RIM) itu.

Anehnya, lembaga negara yang tugasnya mendalami ini, seperti Lembaga Sandi Negara,

aspek keamanan negara pada penggunaan BlackBerry. Karena itu, adalah percuma saja kita membuat aturan pengamanan fisik yang ketat bagi komunikasi Kepala Negara, sementara penggunaan BlackBerry tidak dikendalikan dengan ketat.


Untuk mendalami lebih lanjut tentang hal ini, dapat dibaca diskusi yang dimulai dari pertanyaan seorang anggota pada sebuah milis. Anggota milis ini menanyakan isi sebuah tulisan media massa, yaitu sebagai berikut:


"Segala jenis data yang dikirim menggunakan layanan BlackBerry terenskripsi atau dikunci oleh penyedia layanannya, yaitu Research in Motion Ltd (RIM). Kunci data ini hanya bisa dibuka oleh RIM yang berpusat di Kanada."
johanwongs.blogspot.com


"Jika Indonesia ingin mengakses atau menyadap data yang dikirim lewat BlackBerry, pemerintah RI harus meminta terlebih dahulu kepada pemerintah Kanada. Pemerintah Kanada-lah yang selanjutnya akan meneruskan permintaan tersebut kepada RIM. Data pun akan diserahkan RIM lewat pemerintah Kanada kepada Indonesia."


"Pertanyaannya adalah enkripsi dilarang atau dibolehkan di Indonesia?" tanyanya.
garykessler.net : Cryptography


Seorang anggota lain, yang mantan staf khusus bidang teknologi informasi pada sebuah kementerian, menanggapi pertanyaan tersebut. Dia menyatakan bahwa masalah blokir yang muncul saat ini terhadap provider yang berbeda negara adalah dampak kewajiban negara melindungi warganya dan melindungi kepentingan negaranya.


Masalah blok akses hosting antar negara yang terjadi di Timur Tengah adalah hal yang mencuat belakangan di media, sementara blokir tersebut sebenarnya sudah lama terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia. Antara lain, untuk mencegah terjadinya penjajahan ekonomi melalui informasi, keamanan rahasia bisnis, dan rahasia negara, dan banyak hal lain yang tidak bisa dijangkau dengan hukum yang berlaku di negara pengguna fasilitas tersebut.


Masalah bahasan tentang penyadapan di media, menurut pendapat anggota milis ini, hanyalah pengalihan isu dari isu perlindungan konsumen menjadi isu politik. Sebab, meski di Indonesia, bukan berarti pemerintah bebas bisa menyadap tanpa jejak hukum dan tanpa dasar hukum. Justru bila jasa tersebut diselenggarakan di Indonesia, maka bila terjadi sesuatu, negara bisa melakukan tindakan yang melindungi bangsanya.


Ditambahkannya lagi, siapapun pengusaha yang mau mencari makan dan 'mendulang' sebagian dari isi kocek warga negara Indonesia yang jumlah dan omzetnya sangat besar harus bersedia menjalankan kegiatannya dengan hukum yang berlaku di Indonesia.


Sayang, sampai hari ini, faktanya menunjukkan indikasi RIM masih bebas beroperasi di Indonesia tanpa ada tindakan negara untuk melindungi kedaulatan bangsa dan warganya. Beberapa lembaga negara justru menggunakan jasa RIM untuk mengkomunikasikan hal-hal yang bersifat rahasia negara.


"Kita bisa melakukan hal yang lebih baik bagi bangsa dan negara untuk mempergunakan sarana sejenis yang jasanya sudah tersedia secara lokal dengan sarana dan tarif lebih murah dan tidak berbeda fasilitasnya, tanpa harus tergantung kepada RIM," tutupnya.


Seorang member lainnya yang merupakan akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) menyatakan, yang menjadi persoalan adalah terakumulasinya konten komunikasi privat warga Indonesia di yahoomail, yahoo messenger, gmail, BB messenger. Sebaiknya, pemerintah memang tidak perlu tahu komunikasi privasi warganya.


Celakanya, justru agen asing yang menguasai akumulasi konten komunikasi privat itu. BlackBerry menempati posisi unik dalam bisnis penguasaan konten komunikasi privat ini karena mampu menarik hati para usernya sehingga rela menyerahkan user id dan password email mereka, termasuk email domain .id mereka. Selain itu, BlackBerry (dan operator Opera Mini) memanfaatkan teknologi proxy kompresi akses web untuk mengakumulasi komunikasi web.


Dijajah Penguasaan Informasi


Apakah pengguna BlackBerry dan Opera Mini sadar kalau akses web mereka adalah melalui server operator di luar sana? Ini termasuk akses ke sistem-sistem informasi berbasis web yang melibatkan entry user id dan password.


Terhadap ini, member yang pertama menanggapi menyatakan, selain jangan sampai kita dijajah negara lain melalui penguasaan informasi, kita juga perlu menjaga jangan sampai Indonesia ikut-ikutan untuk menjadi negara otoriter yang tidak demokratis seperti Amerika, Cina, Rusia, Burma, Inggris, dan beberapa negara yang semuanya berkedok negara demokrasi, yang secara nyata mengekang kebebasan individu dan privasi dengan mengendalikan, mengawasi, dan menyadap semua komunikasi pribadi dan usaha tertentu secara bebas berdasar undang-undang, yang dilaksanakan dengan segala cara untuk memonitor semua komunikasi internal dan eksternal yang terhubung dengan negara tersebut.
privatewave.com : GSM Communications Wiretapping


Satu tanggapan muncul dari pejabat Kementerian Kominfo, yang juga menjadi anggota milis ini. Dia menyatakan bahwa banyak pihak telah sepakat dengan semangat menjaga kedaulatan informasi NKRI. Kelihatannya, memang akan seperti simalakama. Kuncinya, jangan sampai informasi atau segala hal privasi publik dan negara dikuasai pihak asing.


Yang masih menjadi ganjalan adalah, sedalam apa asing akan bisa menguasai informasi bangsa ini melalui teknologi yang memudahkan hidup manusia? Bila kita menuntut BlackBerry membangun data center di Indonesia, sejauh mana pemerintah atau pihak yang berwenang dapat mengontrol bahwa informasi-informasi yang berjalan melalui data center tersebut tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak sehat, seperti mulai dari pencurian ide-ide, hingga spionase berbalut konten gratisan yang keren ala BlackBerry, Facebook, dan lain-lain.
stlplace.com : BES Architecture


"Bila saya adalah dalang (misalnya memang demikian) spionase berbalut BlackBerry, maka adalah uang receh untuk sekadar membangun data center di Indonesia. Yang penting adalah saya masih menguasai kedaulatan informasi bangsa Nusantara ini," katanya.


Jadi, apakah Anda masih ingin terus membocorkan rahasia negara kita ke negara lain? Gunakanlah BlackBerry!



Detik.com | Martin Simamora


Penulis : Rudy M. Harahap, adalah Deputi Direktur Biro Perencanaan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tulisan ini hanyalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan sikap institusi tempat penulis bekerja.


Senin, 23 Agustus 2010

China Pusat Cloud Computing Di Asia Pasifik

(infosecurity.us)
Shanghai untuk kali pertama telah menuka data center pendukung komputasi awan : Shanghai AtHub, sebagai bagian dari Cloud Scheme yang dioperasikan oleh AtHub Corporation di SHIBEI Hi-Tech Park. Pengoperasian data center komputasi awan menjadi sebuah upaya lebih luas yang dilakukan oleh pemerintah China untuk menjadi "Pusat Komputasi Awan Asia Pasifik".

Pemerintah China berencana untuk membangun 10 enterprise komputasi awan dengan pendapatan tahunan mencapai lebih dari 100 juta Yuan untuk menyamai provider-provider terkemuka di pasar dalam waktu tiga tahun, ungkap laporan People's Daily online minggu ini.

Pemerintah juga akan membangun 10 platform komputasi awan untuk kepentingan-kepentingan seperti ; e-Government dan manajemen perkotaan.

travel-china-tours.com : Shanghai
AtHub , adalah sebuah fasilitas colocation milik pemerintah Shanghai yang dibentuk oleh pemerintah bersama-sama dengan IBM, HP, EMC, Intel dan Cisco, telah menjalankan satu pusat demonstrasi yang berlokasi di International Carrier Hotel dan telah mengumumkan rencana-rencana yang siap untuk menyatukan semua data center yang tersebar ke dalam  Cloud Computing.

ATHub juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di China dan dinyatakan telah mengalokasikan RMB1 miliar dana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur komputasi awan komersial untuk kali pertama, sebagai sebuah platform jasa layanan. Pemerintah China memiliki rencana-rencana besar pengembangan cloud computing, sebuah teknologi yang dinilai oleh pemerintah China sangat krusial bagia pembangunan dan pertumbuhan negeri tersebut.

Pemerintah China akan mengalokasikan 100 perusahaan jasa informasi dan software di China untuk melakukan transisi ke komputasi awan, sebuah langkah yang akan memberikan pendapatan sebesar 100 miliar yuan bagi industri jasa informasi.

China juga membentuk dana investasi komputasi awan dan Cloud Computing Industry Development Union yang memformulasikan standar-standar tehnik bagi industri komputasi awan.

(Martin Simamora)

Pemerintah Jerman Larang Penggunaan BlackBerry Demi Keamanan Jaringan Informasi Dan Telekomunikasi

Pemerintah Jerman telah meminta kepada semua jajaran kementeriannya untuk tidak menggunakan perangkat-perangkat BlackBerry, sehubungan dengan peningkatan yang dramatis serangan-serangan cyber ke jaringan-jaringan informasi dan telekomunikasi. Larangan serupa yaitu larangan penggunaan smartphone  (iPhone) juga sedang dipertimbangkan, sebagai upaya terukur untuk melindungi seluruh jaringan milik pemerintah.

Otoritas resmi pemerintah Jerman, BSI merekomendasikan hanya "Simko2" ,yang disediakan oleh T-Systems, aman dan sesuai dengan ketentuan pemerintah untuk lalu-lintas data.

De Maizière menambahkan bahwa ada sebuah kemungkinan resiko "serangan IT berdampak politik" dari organisasi-organisasi kejahatan dan lembaga-lembaga intelijen asing dan menyatakan bahwa hal-hal berbahaya semacam ini terhadap pemerintah dapat meningkat dengan menggunakan BlackBerry dan smartphone lainnya.


"Infrastruktur BlackBerry menggunakan sistem proprietary yang tertutup. Namun di Jerman, akses standar ke jaringan-jaringan kami harus diatur oleh pemerintah dan bukan oleh perusahaan swasta," jelasnya kepada  Handelsblatt.com.


De Maizière pun menambahkan bahwa kementerian Jerman untuk kali pertama menyarankan untuk menghindari penggunaan perangkat-perangkat BlackBerry dan iPhone pada November 2009 lalu. Kini Jerman menjadi salah satu titik panas bagi RIM selain tentunya India yang telah mengeluarkan sinyal keras kepada RIM untuk direspon secara tepat.

According to UK carrier O2, the SMS-based iPhone security hole that Charlie Miller unveiled on Black Hat this week should be patched by this weekendAn O2 spokesperson claimed the update would be pushed through iTunes this Saturday, says BBC. Apple hasn't made a comment yet, and it's not perfectly clear that this will be an update for iPhones worldwide, but hopefully that's the case -- the security flaw certainly isn't geographically limited. (engadget.com | 31/07/2009)


iPhone juga dilarang penggunaannya dikalangan pemerintah sebab menurut BSI keamanannya sangat rapuh atau kebalikan dari BlackBerry.

Hal ini diberitakan TheRegister.co.uk dan dikonfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maizière kepada surat kabar Handelsblatt pada Senin (9/8/2010) lalu. Thomas menyatakan bahwa kementerian-kementerian dan pejabat-pejabat senior pemerintah telah diperintahkan untuk menggunakan gadget Simko2 yang ditawarkan oleh T-Systems, sebagaimana yang dianjurkan oleh Kantor Keamanan Informasi Federal Jerman (BSI).




Berlin menunjukan perhatian khusus bahwa data yang ada di dalam smartphone BlackBerry melalui 2 RIM Centres yang berada di Inggris dan Kanada.

Sozialdemokratische Partei Deutschlands - Social Democratic Party of Germany (SPD),Sebastian Edathy menyarankan agar pemerintah menerapkan larangan umum penggunaan Smartphone pada kementerian-kementerian tertentu. Semua pihak harus mengacu kepada peringatan-peringatan ini dan dapat dianggap sebagai kelalaian apabila terjadi sebagai akibat penggunaan resiko keamanan yang tak tepat pada kerja pemerintah.

(Martin Simamora)


Jumat, 20 Agustus 2010

India Wajibkan Semua Operator Telekomunikasi Blokir BlackBerry

India kini menjadi lawan tangguh bagi Research In Motion setelah setelah Saudi Arabia dan UAE. Pemerintah India secara resmi telah mengirimkan surat kepada semua service provider utama di India yang memberitahukan : apabila pembuat BlackBerry, Research In Motion tidak memenuhi berbagai tuntutan pemerintah untuk melonggarkan keamanannya pada 31 Agutus 2010, maka semua provider diwajibkan memblokir layanan-layanan BlackBerry; e-mail dan IM.

Minggu lalu pemerintah India, dilansir dari ZDnetAsia telah memberitahukan kepada RIM, jika RIM tidak bersedia memberikan akses ke semua pengguna e-mail,IM dan web browsing maka layanan tersebut akan ditutup pada hari akhir bulan Agustus.

Langkah pemerintah India ini menjadi sinyal kuat betapa negeri tersebut tak bermain-main dengan ancamannya, bukan sekedar bualan. Tata Teleservices, salah satu operator telepon selular terbesar di India, membenarkan statemen Selasa dan telah dihubungi oleh pihak pemerintah dan diinstruksikan untuk mematikan layanan BlackBerry pada 31 Agustus 2010, ungkap laporan Reuters.
"Kami telah menerima surat dari pemerintah...meminta kepada kita untuk menjamin agar kapabilitas intervensi legal bekerja dengan baik terhadap BlackBerry pada 31 Agustus 2010," demikian statement yang disampaikan oleh Tata.

BBC juga mengkonfirmasi bahwa 4 operator lainnya di India juga telah menerima surat yang sama. Juru bicara Tata Teleservice kepada BBC (17/8/2010) menyatakan " Sebagai sebuah perusahaan dalam Tata Group, kami selalu tunduk kepada hukum yang berlaku di negara ini dan demikian juga dengan ketetapan ini".

Pemerintah India telah menyatakan bahwa penutupan layanan-layanan BlackBerry akan dilakukan apabila firma tersebut menolak memenuhi tuntutan pemerintah untuk memberikan akses ke layanan messenger (IM) dan e-mail yang terenkripsi pada 31 Agustus 2010.

Pada pernyataan 12 Agustus 2010 lalu, pemerintah India menyatakan bahwa layanan-layanan BlackBerry lainnya; voice dan sms traffic kini dapat diakses oleh lembaga-lembaga penegak hukum India.

India bersama sejumlah negara lainnya meyakini bahwa perangkat RIM dan infrastrukturnya adalah ancaman terhadap keamanan nasional.



Pemerintah India telah menyatakan menginginkan akses ke messaging dan kunci-kunci untuk mendekripsi agar dapat memerangi terorisme dan aktivitas kriminal.

 
RIM dikabarkan melakukan serangkaian pembicaraan dengan pemerintah India. Namun pejabat-pejabat pemerintah India kepada BBC News, menolak untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, bahwa RIM bersedia memberikan akses terbatas ke BlackBerry IM pada 1 September mendatang.

Pemerintah India juga menolak untuk mengkonfirmasi bahwa India telah menjanjikan serangkaian pembicaraan untuk memonitor layanan-layanan e-mail korporat yang lebih terproteksi.

RIM menyatakan tetap berpijak pada statement terdahulu yang telah disampaikan pada minggu lalu bahwa RIM tidak akan mengungkapkan berbagai pembicaraan tertutup dengan regulator yang berlangsung dengan berbagai negara.

"RIM menjamin semua pelanggannya bahwa RIM sepenuhnya berupaya untuk sekooperatif mungkin dengan pemerintah-pemerintah dalam semangat menjunjung hukum dan ketentuan-ketentuan keamanan nasional, namun tetap melindungi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan korporasi yang dijamin oleh hukum," ungkap statement RIM.

(Martin Simamora)

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget