Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Selasa, 03 Agustus 2010

UAE & Saudi Arabia Blokir Layanan Blackberry


Pendekatan keamanan nasional yang mengharuskan semua jenis layanan teknologi informasi komunikasi harus dalam jangkauan radar pengawasan regulator Saudi Arabia mengakibatkan 2 operator telekomunikasi Blackberry menghentikan beberapa layanan di BB. Sementara itu regulator telekomunikasi di United Arab Emirates telah mengumumkan untuk memblok email IM dan web browsing Blackberry mulai 11 Oktober 2010 mendatang.

Faktor keamanan nasional terlihat jelas menjadi acuan tertinggi dan sensitif dalam menerjemahkan kedalam perlakuan terhadap berbagai fitur teknologi telekomunikasi mobile yang kini sarat dengan layanan mobile yang terproteksi. Regulator UEA terpaksa menerapkan pelarangan yang terbilang radikal di era cyber: memblok email, Internet messaging dan web browsing yang disediakan oleh Blackberry, berkait perselisihan terhadap bagaimana layanan email,IM dan web browsing Blackberry menyimpan dan mentransmisikan data.

Saudi Arabia bahkan secara khsusus membidik operator layanan telekomunikasi selular yang dipandang sebagai paling aman dalam melindungi keamanan penggunanya. Negeri ini telah memerintahkan dua operator telekomunikasi selular untuk mematikan beberapa fungsi Blackberry yaitu ; fungsi Instant Messaging, menurut laporan yang disampaikan Reuters.

Keputusan UAE, dilansir dari ZdnetAsia (2/8/2010) adalah akibat gagalnya serangkaian upaya yang dilakukan sejak tahun 2007 lalu untuk memastikan semua layanan yang disediakan oleh Blackberry di UAE selaras dengan regulasi-regulasi telekomunikasi UAE, ungkap pernyataan resmi Telecommunications Regulatory Authority UAE.

Pemerintah UAE menyatakan beberapa operasi layanan yang disediakan Blackberry tidak memenuhi ketentuan di dalam regulasi-regulasi telekomunikasi UAE.

"Data pada BlackBerry yang dengan segera dikirimkan ke luar negeri, di negara pengoperasinya oleh sebuah organisasi komersial. Layanan-layanan data Blackberry adalah satu-satunya yang beroperasi di UAE saat ini. Keputusan yang dibuat saat ini berdasarkan fakta bahwa dengan bentuk layanan Blackberry saat ini, beberapa layanan yang diberikan Blackberry memberikan peluang kepada penggunanya untuk bertindak tanpa akuntabilitas legal apapun, yang mengakibatkan masalah-masalah yudisial, sosial dan keamanan nasional."

Juru bicara RIM tidak merespon dengan segera permintaan ini. Pelarangan layanan-layanan tertentu pada Blackberry diperkirakan akan berdampak pada 500.000 pengguna di UAE, dan menjadi bab penutup dalam perselisihan panjang antara pembuat handset asal Kanada dengan pemerintah UAE.

Pada tahun lalu Etisalat, operator telekomunikasi milik pemerintah telah mendorong semua pengguna Blackberry di UAE untuk menginstal sebuah : "performance enhancement patch". Akan tetapi RIM mengkritisi patch tersebut sebagai spyware yang memungkinkan terjadi akses tak terorisasi ke informasi privat dan rahasia yang tersimpan di dalam smartphone.

Etisalat menolak klaim tersebut, namun RIM telah mempublikasikan instruksi-instruksi bagaimana menyingkirkan patch tersebut.



(Martin Simamora)


Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget