Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Sabtu, 19 September 2015

Thales Memasok Sistem Pertahanan Udara ForceShield Kepada Angkatan Bersenjata Malaysia




Thales telah menandatangani sebuah kontrak dengan The Westar Group’s Global Komited untuk memasok sistem pertahanan udara tingkat lanjut terintegrasinya, ForceSHIELD, kepada Angkatan Bersenjata Malaysia.

Sistem ini mencakup misil-misil STARStreak,  sistem radar CONTROLMaster 200 dan sistem-sistem koordinasi senjata, sistem-sistem persenjataan bergerak atau mobile: RAPIDRanger dan RAPIDRover.

CEO Thales Inggris, sebagaimana dilansir airforce-technology.com, mengatakan: “Saya senang bahwa negara lain telah memutuskan untuk membeli ForceSHIELD.
“Sensor-sensor generasi termaju ini   akan menjadi solusi yang membawa perubahan  besar yang akan memberikan  Malaysia sebuah kapabilitas berkelas dunia dengan teknologi termaju.




Misil STARStreak didasarkan pada sebuah prinsip  velositas tinggi bahwa menaklukan ancaman-ancaman dengan  waktu yang teramat singkat bagi musuh untuk dapat mengetahuinya. Dengan  konfigurasi 3 lingkaran  target, misil ini memaksimalkan  daya hancur, sementara pembidik laser yang akurat  memandu perjalanan misil, memampukan untuk mencapai target-target kecil.

Pembelian oleh Malaysia, menggantikan dan memperbaiki STARBurst missile system yang telah digunakan AB Malaysia sejak pertengahan  1990an. STARStreak missile dan sistem-sistem peluncurnya dan fasilitasnya dimanufaktur dan berkedudukan di Belfast, sementara CONTROLMaster di Prancis.

[Martin Simamora]

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget