Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Sabtu, 19 September 2015

Cek Status NIK Pada www.dukcapil.kemendagri.go.id Tidak Berfungsi




Tidak dapat diketahui sejak  kapan “cek status NIK” pada situs resmi kemendagri  ini tak berfungsi baik, namun, saat penulis memasukan data NIK, tidak mengeluarkan informasi yang diharapkan, sebagaimana diperlihatkan melalui salinan gambar di bawah ini:


Padahal database NIK ini, digambarkan  canggih sebagaimana situs kemendagri.go.id menyatakannya:
Karena kerahasiaan data, penjagaan ruang database ini cukup ketat. Untuk masuk, pengunjung harus melewati dua pintu. Setiap pintu dipasang kunci otomatis dengan sistem finger print. Hanya petugas yang sidik jari sudah direkam yang bisa membuka ini. Dua orang petugas keamanan juga berjaga setiap saat di belakang daun pintu.

Pusat database sendiri terdapat dalam ruangan khusus berukuran 9x10 meter persegi. Belasan lemari kabinet setinggi dua meter berjejer dipenuhi server dengan lampu yang kedap-kedip. Untuk menjaga server bekerja normal, suhu ruangan diatur maksimal 23 derajat celcius.


“Ada 257 buah server di sini,” ujar Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi e-KTP Dirjen Kependudukan dan Pencatat Sipil, Husmi Fahmi.

Di depan dan samping ruangan ini terdapat tiga ruang kaca. Di sana, beberapa operator sedang sibuk dengan laptop masing-masing. “Setiap ship itu 20 orang. Mereka ada yang bertugas mengontrol server, ada juga yang mengimput data,” jelas Fahmi.

Database ini tidak tunggal. Di Jakarta, Kemendagri punya dua database. Satunya lagi ada di Gedung Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kalibata, Jakarta Selatan. Selain itu, Kemendagri juga memback-up semua data dan disimpan di Batam untuk berjaga-jaga jika di Jakarta terjadi bencana. “Back up di Batam, namanya disaster recovery centre,” imbuh Fahmi.

Sementara, untuk pengecekan keakuratan data ada di ruang tamu yang terletak paling belakang. Di ruangan ini terdapat satu unit komputer, satu unit pembaca iris mata, satu unit penindai sidik jadi, dan sebuh menitor berukuran 52 inci.


Juga dikatakan:
 Kapasitas total database pusat ini sebesar 724 terabyte. Yang sudah terpakai 550 terabyte. “Kami punya 3 set server yang menerima data seluruh kecamatan dan kabupaten. Satu set terdiri 2 unit,” jelasnya.

File perorang yang melakukan perekaman sebesar 600 kilobyte. Dengan kecepatan koneksi sebesar 128 kilobyte per detik, data dari daerah sudah masuk hanya 37 detik. “Kalau jaringannya lagi tidak stabil, paling lama 1 menit,” jelasnya.

Untuk mencegah peretasan, data base ini dibuat secara tertutup. “Keamanan data menggunakan virtual private network, bukan umum. Jadi, tidak bisa diakses umum, kecuali oleh pihak yang kerja saja,” terang Adi Nugroho, pengelola keamanan e-KTP dari Lembaga Sandi Negara.

Namun demikian, justru ada sebuah aplikasi yang dapat diunduh melalui aplikasi, dan dapat memberikan informasi secara cepat dengan hanya memasukan  NIK. Penulis sendiri sudah mencobanya:



-


[Martin Simamora]


Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget