Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Senin, 08 Agustus 2011

Mau Urus E-KTP? Maaf, Masih dalam Kardus

Tempo/Prima Mulia
Ruangan di lantai dua di kantor Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, itu masih melompong. Hanya ada satu unit kamera, tripod, pemindai digital, satu unit komputer, dan server, yang seluruhnya masih dalam kardus.
Sebanyak enam petugas tak bisa mengoperasikan semua alat itu sebelum pemindai retina, sidik jari, dan dua unit komputer tersisa datang. "Sementara kami bantu-bantu di sini dulu," kata Eri, seorang petugas, yang ditemui di lantai satu ketika tengah melayani pembuatan kartu tanda penduduk manual kemarin.

Bukan cuma di Bidaracina, pelaksanaan layanan KTP elektronik mundur dari jadwal yang semestinya per 1 Agustus kemarin di 267 kantor kelurahan di Jakarta. Kendalanya, bukan cuma soal teknis mengoperasikan alat yang diimpor dari Amerika Serikat yang belum datang. "Secara umum jaringan listriknya belum tersedia," kata Camat Jatinegara Muchtar setelah memantau persiapan di kantor Kelurahan Cipinang Cempedak.

Ketidaksiapan yang sama terjadi di kantor Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. "Kami masih menunggu PLN untuk menambah daya. Kalau tidak ditambah, bisa jebol. Pelayanan lain tidak jalan," ujar Yusuf, sang lurah, kemarin.

Di tempat ini, peralatan yang dibutuhkan untuk membuat e-KTP sebenarnya sudah lengkap. Tapi, sama seperti di Bidaracina, semua masih rapi dalam dus, belum dirakit. "Kami tak berani merakit sendiri," kata Yusuf lagi.
Meski setiap layanan disebut-sebut bisa selesai kurang dari lima menit, Yusuf mengatakan, pelaksanaan pembuatan e-KTP tidak akan semudah yang sudah dinyatakan. Dia mencontohkan, di Kemanggisan, jumlah warga wajib KTP sekitar 30 ribu orang. Itu artinya, dalam sehari sekitar 300 wajib pajak harus dilayani. "Tapi kami tak tahu kapan orang-orang itu akan datang, apalagi nanti ada mudik Lebaran," katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Purba Hutapea menyatakan baru dua kantor kelurahan yang siap mengoperasikan alat dan jaringan. Pihaknya pun memilih mengejar persiapan utuh di 10 kantor kelurahan terlebih dulu.

Bila layanan e-KTP di 10 kantor kelurahan itu sudah berlangsung efektif, pemasangan alat dan jaringan di 257 kelurahan lain akan diselesaikan. "Jadi, tak bisa serentak seperti yang dijanjikan dulu," kata Purba.

TempoInteraktif.com

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget