Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Selasa, 06 April 2010

Nissan Sulap Inggris Jadi Pusat Manufaktur Mobil Listrik di Daratan Eropa


Penyelematan iklim dunia dari situasi yang lebih buruk dengan menekan emisi gas karbon dioksida atau CO2 kini makin memperoleh pijakan yang lebih kuat di Inggris berkat keputusan Nissan menjadikan Inggris sebagai pusat manufaktur mobil listrik . Pabrikan otomotif negeri Sakura menargetkan kapasitas produksi mobil listrik sebesar 50.000 unit per tahun. Proyek Nissan ini juga mendapat dukungan finansial dari Pemerintah Inggris yang berwujud hibah.

Nissan akan menjadikan pabriknya di Sunderland untuk produksi mobil ramah lingkungan dan tahun depan akan melakukan investasi sebesar 420 juta pound atau setara dengan USD630 juta untuk memulai jalur produksi mobil listrik yang akan memulai produksinya pada 2013 mendatang. Sebagai program yang tak semata bernilai komersial tetapi akan menjadi program strategis penyelematan lingkungan maka Pemerintah Inggris akan mendukung produksi mobil listrik dengan memberikan bantuan keuangan terhadap proyek sebesar 20.7 juta pound atau USD31 juta dalam bentuk hibah.


Tak hanya Pemerintah Inggris yang memberikan dukungan finansial kepada proyek Nissan, European Investment Bank (EIB) juga mendukung pembiayaannya yang jumlahnya mencapai 197 juta pound atau USD295 juta. Nissan telah membuat pilihan yang tepat, tak hanya tepat secara bisnis tetapi bisa jadi Nissan akan menorehkan sejarah penting di benua Eropa sebagai pabrikan Jepang yang mengokohkan upaya Eropa untuk menyukseskan program hijaunya.


Sekretaris Bisnis Inggris, Lord Mandelson menyambut baik rencana besar Nisaan dan mengungkapkan sambutan hangat atas pilihan pabrikan Jepang memilih Inggris sebagai basis semua proyek energi terbarui atau Green Energy."Investasi di pabrik Nissan Sunderland merupakan pilihan yang fantastik, sebuah keyakinan akan kemampuan pabrik dan keunggulan sumber daya manusia di Sunderland. Sektor otomotif memiliki peran kunci di Inggris, sebab berbagai dukungan R&D, inovasi teknologi, berbagai keahlian dan rantai produksinya memiliki dampak besar terhadap sektor manufaktur," ungkap Mandelsom dalam pernyataannya yang dilansir theepochtimes.com (25/3/2010).

"Rencana Nissan dengan dukungan penuh Pemerintah Inggris memperlihatkan bahwa dengan bekerja sama kita dapat mencapai tujuan yang hendak kita raih, menjadikan Inggris sebagai pemimpin pengembangan mobil ramah lingkungan dunia, mobil dengan emisi karbon yang ultra rendah," tambahnya.

Inggris di sektor otomotif dalam beberapa dekade belakangan ini mengalami kemunduran, hampir semua industri otomotif Inggris dimiliki (dijual) kepada pemilik yang berasal dari Amerika Serikat, Jerman atau bahkan raksasa-raksasa otomotif Jepang. Walau demikian Pemerintah Inggris berupaya agar keberadaan produksi tetap dilakukan di dalam negeri.


Langkah Pemerintah Inggris dengan memberikan dukungan yang tak hanya politik tetapi finansial dalam wujud hibah kembali memperlihatkan kecerdikan pemerintah untuk menghadirkan jalan keluar yang kokoh dan menyeluruh agar semua tenaga kerja di sektor otomotif tetap bekerja di masa-masa yang sulit. Penandatanganan kesepakatan dengan Nissan membuat pabrik otomotif di Sunderland berhasil menyelematkan 2.250 tenaga kerja dari risiko pengangguran dan juga menyelamatkan Sunderland sebagai "Detroit" kecil Inggris atau basis produksi otomotif terbesar di Inggris, sekaligus menjadikan Inggris sebagai penguasa teknologi hijau sektor otomotif.



Tak hanya Inggris yang bahagia dengan langkah Nissan membawa teknologi otomotif canggihnya ke daratan Inggris, Nissan juga sangat senang terhadap dukungan pemerintah Inggris yang sangat kuat, yang digambarkan sebagai pemerintahan yang mendukung dengan sepenuh hati.Andy Palmer, Senior Vice President Nissan Inggris dalam rilisnya menyatakan "Terimkasih banyak kepada pemerintah Inggris dengan komitmennya yang kuat mendukung; pembangunan infratruktur Low Carbon, insentif konsumen dan dukungan terhadap berbagai program edukasi lainnya sehingga mobil hijau Nissan dapat di bangun di Sunderland, dan menjadikan Inggrsi sebagai yang ketiga di dunia sebagai negara pembuat mobil hijau.


"Dunia otomotif kini berada di ambang sebuah era yang baru dalam pengembangan sarana transportasi. Nissan sendiri akan memulai penjualan mobil hijaunya pada tahun ini, mobil jenis hatchback dengan dengan 5 tempat duduk. Nissan telah memiliki pabrik mobil hijau di Oppama, Jepang yang segera berproduksi tahun ini, dan akan segera diikuti dengan pabriknya yang kedua di Smyrna, Tennessee yang akan berproduksi pada 2012 mendatang.


Di Sunderland, Nissan juga akan membangun pabrik batrei baru : batrei lithium pada bulan depan dengan kapasitas produksi mencapai 60.000 unit batrei per tahun. Pemerintah Inggris kini bekerja keras membangun jaringan stasiun-stasiun pengisi ulang batrei bagi kendaraan listrik dalam skema kerja nasional pemerintah:‘Plugged in Places’ dengan anggaran mencapai 30 juta pound atau USD45 juta untuk membangun infrastruktur pengisian batrei kendaraan listrik, ungkap juru bicara Nissan.


Batrei kendaraan memiliki kemampuan menggerakan kendaraan sejauh 100 mil dengan kecepatan maksimum 90 mil perjam dan biaya energi sebesar USD2.7 untuk setiap 62 mil.


Inggris bahkan pantas disebut sebagai pusat manufkatur mobil hijau di daratan Eropa sebab selain Nissan, Inggris juga akan menerima investasi sebesar 1.5 miliar pound atau USD2.25 miliar dari Ford Motor dan MCLaren Formula 1 team akan menanamkan investasi di Inggris sebesar 750 juta pound atau USD1.1 miliar untuk pengembangan MP4-12C Supercar dan berbagai model lainnya dengan teknologi otomotif yang bersahabat dengan lingkungan.


(Martin Simamora)






Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2018

Why China is building islands in the South China Sea

INDONESIA NEW CAPITAL CITY

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Berita Terbaru


Get Widget